• ??? ????
  • ??? ????
  • Siapkan Perda Tanpa Rokok

    Tue,12 March 2013 | 11:15

       

    PANGKEP, FAJAR -- Jumlah perokok aktif di masyarakat, diyakini bertambah setiap tahunnya. Guna menekan laju pertumbuhan perokok aktif, pemerintah kabupaten (Pemkab) Pangkep kini aktif mensosialisasikan dampak rokok bagi kesehatan tubuh.

    Bukan itu saja, dalam dekat ini pemkab akan menyerahkan draf penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR). “Perda tersebut sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Pangkep, terutama untuk menekan pertumbuhan perokok pemula, yang saat ini telah menyetuh kalangan pelajar,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pangkep, dr Indriaty Latief, Senin 11 Maret kemarin.

    Menurutnya, perokok aktif sangat mudah ditemui di tempat-tempat umum. Padahal perokok pasif atau yang menghirup asap rokok lebih berisiko terkena penyakit. Makanya, kata dia, perda ini mengharuskan pemkab untuk menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayah-wilayah yang ditunjuk.

    Disebutkan Indriaty, hal ini mengacu pada peraturan bersama No. 188/Menkes/PB/2011 tentang pedoman pelaksanaan KTR (Kawasan Tanpa Rokok). “Rokok merupakan zat adiktif berbahaya yang dapat merusak kesehatan, baik perokok aktif maupun pasif, terutama kepada anak-anak,” ungkapnya.

    Meski demikian, diakui Indriaty, untuk mengubah perilaku perokok menjadi bukan perokok bukanlah persoalan mudah. Merokok sudah menjadi sebuah perilaku yang lumrah ditemui di mana saja dan kapan saja.

    "Kita sadar penetapan KTR ini mungkin akan mengalami sejumlah rintangan. Makanya, kita juga siapkan kawasan khusus perokok, agar asap rokok tidak mengganggu orang lain yang tidak merokok," sebut Indriaty.

    Wilayah yang menjadi KTR ini, antara lain; fasilitas pelayanan kesehatan, kantor pemerintahan, tempat belajar mengajar, tempat anak-anak bermain, rumah ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, serta tempat lainnya yang ditetapkan.

    Tekait dengan perda yang sedang dipersiapkan tersebut, Indriaty meminta dukungan semua pihak dan masyarakat untuk membantu mensukseskannya.. "Setidaknya, perokok aktif bisa ikut mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsinya. Misalnya, yang tadinya satu bungkus setiap hari, bisa dikurangi sedikit demi sedikit," harapnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pangkep, Umar Haya, menyambut positif ranperda KTR yang diusulkan pemkab. Hanya saja, dia berharap, perda KTR harus memiliki sejumlah persiapan matang. Seperti tersedianya fasilitas tempat merokok bagi perokok.

    Umar mencontohkan, di kawasan bandara yang melarang orang merokok di sembarang tempat, namun ada ruang khusus yang dipersiapkan. "Pada dasarnya, kita tentu mendukung perda KTR ini. Namun pemkab harus memikirkan bagaimana nasib perokok. Sebab, merokok juga termasuk salah satu hak warga," urainya. (yuk)


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News