Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta Tak Ada Baliho MTQ

Mon,30 April 2012 | 14:01
AMBON - Upaya Pemerintah Provinsi Maluku untuk mempromosikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIV tingkat nasional di Kota Ambon, masih setengah hati dilakukan. Bagaimana tidak, Kantor Perwakilan Maluku yang  berada tepat ditengah jantung Kota Jakarta yakni di Jalan Kebun Kacang Raya No.20 Jakarta Pusat, pantauan RADAR AMBON tidak tampak satupun baliho ataupun stiker yang terpajang sebagai bentuk promosi MTQ Nasional ke-XXIV di pusat.  Justeru yang terlihat di sekeliling kantor perwakilan Maluku itu ramai dengan poster  calon gubernur DKI Jakarta  Alex Noerdin dan Nono Sampuno.

Padahal letaknya yang cukup strategis, harusnya  keberadaan Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta dapat dimanfaatkan juga untuk promosikan  even akbar nasional yang baru pertama kalinya di Maluku khususnya Kota Ambon sebagai tuan rumah itu. Hal ini juga dipertanyakan salah satu warga asal Sulawesi Utara kepada RADAR AMBON,  yang secara kebetulan berada dalam hotel yang menjadi satu dengan kantor perwakilan Maluku di Jakarta.

“Di Maluku, Juni nanti digelar MTQ-kan ? kok disini tidak ada stiker ataupun balihonya yah ? padahal   kantor perwakilan Maluku ini letaknya strategis untuk promosi,” ujar warga asal Sulawesi Utara itu kepada RADAR AMBON.

Menanggapi hal ini pemerhati wisata Maluku, Minggus Sahuburua, kepada RADAR AMBON, Jumat 27 April,  menilai Kepala Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta Nicolaas Ngelyaratan, sama sekali tidak tanggap mempromosikan event akbar yang kini hanya tinggal menghitung hari saja.

Padahal di Ambon begitu gencar mensosialisasikan MTQ sampai-sampai Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Wagub Maluku Said Assagaf, Walikota Ambon Richard Louhanapessy, Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina, dan seluruh komponen masyarakat Maluku baik Muslim maupun Kristen mensosialisasikan dan terus berbenah diri menanti momentum bersejarah di bumi pela gandong ini. Ternyata hal serupa berbeda seratus derajat dengan di Jakarta.

Menurut Sahuburua mestinya keberadaan Kantor Perwakilan Maluku  sekaligus hotel yang berada di jantung ibu kota negara bisa dimanfaatkan untuk promosikan MTQ.  Paling tidak baliho, banner, leaflet, brosur, running teks, sudah menghiasi Kantor Perwakilan Maluku yang dapat memberikan informasi tentang MTQ di Ambon 9 Juni 2012 mendatang.

“Sungguh menyedihkan. Katanya Kantor Perwakilan itu jendela Pariwisata Maluku tetapi nyatanya ?. Pak Gubernur dan Pak Wagub yang sekaligus Ketua Umum MTQ ke XXIV  harus menindaklanjuti ini. Paling tidak intruksikan Kepala Perwakilan Maluku di Jakarta mengadakan jumpa pers dan mengundang wartawan nasional  untuk berbicara soal kesiapan Maluku  saat ini menyambut MTQ, Juni medatang,”  tegas Sahuburua.   (JAS)
 
Berita Terkait